Masa depan tidak bisa diprediksi. Hal ini berlaku bagi semua orang, terlepas dari suku, agama dan kelas ekonominya. Yang bisa kita lakukan untuk mempersiapkan masa depan serba tak terduga adalah melakukan segala persiapan dalam berbagai sendi kehidupan kita.
Dalam hal keuangan, kita pasti mengharapkan kondisi finansial yang membaik atau setidaknya stabil. Nah, salah satu cara strategis yang bisa kita ambil untuk memastikannya adalah dengan memiliki asuransi jiwa. Polis asuransi jiwa dapat memberikan kepastian bahwa jika kamu nanti tutup usia, keluarga dan orang-orang yang kamu sayangi akan terlindungi dari goncangan finansial dengan kehadiran dana santunan tutup usia.
Dengan demikian, asuransi jiwa bisa dimaknai sebagai instrumen perlindungan finansial yang penting bagi semua orang. Pertanyaannya, kapankah seseorang bisa dianggap siapm membeli polis asuransi? artikel ini akan menjelaskan hal ini. Lebih dari itu, artikel ini akan juga memaparkan individu seperti apa yang wajib segera memiliki asuransi jiwa.
Siapa yang Boleh Mendaftar Asuransi Jiwa
Pada dasarnya, siapapun boleh mendaftarkan diri sebagai nasabah asuransi jiwa. Selama seseorang sudah dianggap dewasa, sehat serta berpenghasilan memadai, dia berhak mendapatkan diri sebagai pemilik polis asuransi. Namun, pada umumnya, seseorang sebaiknya mulai memikirkan kepemilikan polis asuransi ketika:
- Menjadi tulang punggung atau pencari nafkah utama dalam keluarga
- Sudah berkeluarga dan memiliki tanggungan (anak)
- Tengah mencicil rumah atau kendaraan
Seperti disebut sebelumnya, seseorang hendak membeli polis asuransi ketika sudah memiliki kemampuan finansial yang memadai. Memiliki polis asuransi mensyaratkan komitmen membayar premi/kontribusi secara rutin. Idealnya, uang premi baru disisihkan setelah kamu mencukupi semua kebutuhan keluarga, menabung dan mengamankan dana darurat. Maka dari itu, segeralah miliki asuransi jiwa kamu sudah memenuhi segala kriteria di atas.
Siapa Saja Yang Paling Membutuhkan Asuransi Jiwa
Asuransi jiwa sebaiknya memang dimiliki oleh semua orang yang sudah dewasa, punya tanggungan, dan memiliki kemampuan ekonomi yang memadai. Namun, ada 6 jenis individu yang dianjurkan untuk segera memiliki asuransi. Jika kamu termasuk salah satunya, ada baiknya kamu mulai mencari asuransi jiwa yang cocok dengan kebutuhanmu.
Muda Mudi Sandwich Generation
Misalkan kamu masih berusia muda, lajang, dan punya cukup penghasilan, harus memenuhi kebutuhan hidup orang tua dan adik-adik kamu, sudah saatnya kamu punya asuransi jiwa.
Mengarungi hidup sebagai sandwich generasi jelas bukan perkara mudah. Tekanan finansial untuk bisa mencukupi kebutuhan orang-orang yang kamu sayangi sangat besar. Lebih dari itu, kadang peran sebagai sandwich generation dijalani dengan rasa cemas tentang masa depan keluarga yang ditanggung secara finansial bila terjadi musibah pada mereka. Namun, Asuransi jiwa akan membuatmu hidup dengan tenang, Misalkan musibah menimpa mu atau kamu tutup usia, orang-orang yang selama ini menggantungkan hidupnya pada penghasilanmu, akan bisa tetap hidup layak. Orang tua jadi punya dana untuk menjalani hari tuanya, sedangkan adikmu bisa tetap kuliah berkat dana santunan asuransi jiwamu.
Pasangan Suami Istri baru
Belilah asuransi jiwa segera setelah menikah, apalagi jika kamu menikah di usia pertengahan 20. Ini termasuk langkah taktis dalam mengamankan masa depanmu dan keluarga. Pasalnya, usia kamu dan istri yang masih muda, belum adanya tanggungan, memberimu kesempatan untuk mendapatkan biaya premi yang sangat terjangkau.
Calon Orang Tua
Kedatangan anak adalah sumber kebahagian sepasang suami istri. Kendati begitu, kadang perasaan ini dibayangi rasa waswas akan ketidakmampuan untuk selalu bisa mencukupi kebutuhan sang anak kelak. Pasalnya, orang tua memang tak akan selama hidup mendampingi anaknya. Ada pula kemungkinan, orang tua tutup usia sebelum sang anak mandiri secara finansial.
Di titik inilah, asuransi jiwa bisa memberikan ketenangan bagi calon orang tua baru. Berkat kehadiran proteksi asuransi jiwa, sepasang ibu dan ayah baru menjalani hari-hari menjadi orang tua dengan riang, bisa fokus menyaksikan sang anak mencapai satu per satu milestone penting dalam hidupnya. Perhatian penuh bisa mereka curahkan pada sang buah hati karena tahu proteksi asuransi jiwa bisa dianda;lan untuk memenuhi segala kebutuhan sang buah hati, dari yang kecil hingga besar, di masa datang usai mereka tutup usia.
Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus
Umumnya, orang anak berkebutuhan khusus bertanggung secara finansial untuk anaknya lebih lama daripada orang tua anak tipikal. Lebih dari itu, orang tua anak berkebutuhan khusus harus memikirkan pos pengeluaran tambahan seperti ongkos-ongkos terapi (kadang dalam jangka panjang), biaya sekolah khusus anak berkebutuhan khusus, biaya shadow (pendamping anak berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah) atau segenap biaya kesehatan demi memastikan anak mereka bisa hidup dengan berdaya.
Nah, ketika orang tua anak berkebutuhan khusus berpulang, dana santunan tutup usia dari asuransi bisa menutup semua keperluan di atas. Dengan demikian, anak mereka bisa tetap hidup bahagia, berdaya dan penuh makna selepas mereka tutup usia.
Pasangan Muda yang Tengah Kredit Rumah
Kepemilikan rumah adalah hal yang penting bagi setiap pasangan suami istri, termasuk pasangan yang baru berkeluarga. Bagi pasangan muda yang mungkin belum memiliki cukup simpanan, jalan satu-satu untuk memuliki lewat Kredit Pemilikan Rumah. Agar tidak memberatkan secara finansial, pasangan muda umumnya memilih tenor KPR uyang panjang sehingga cicilan per bulan menjadi lebih terjangkau. Namun, masa depan, seperti kita tahu, tak pernah bisa kita duga. Kita bisa berencana namun musibah bisa datang kapan saja.
Solusinya, pasangan suami istrimuda bisa membeli polis asuransi berjangka sepanjang tenor cicilan kredit. Dengan begitu, seandainya terjadi hal-hal yang tak diinginkan atau pemilik polis tutup usia selama masa pembayaran kredit, dana santunan asuransi jiwa bisa membantu menangani sisa cicilan kredit yang tersisa
Kaum Manula di Bawah 65 Tahun
Asuransi jiwa mampu mewujudkan masa pensiun yang tenang. Seringkali, seseorang masuk masa purnabakti namun masih memiliki tanggungan finansial. Misalnya, salah satu anak masih bergantung secara finansial kepadanya. Orang tua dalam kondisi seperti dianjurkan untuk memiliki asuransi jiwa. Kelak, bila waktunya tiba untuk berpulang, uang santunan yang dibayarkan ke ahli waris bisa digunakan memenuhi kebutuhan finansial anggota keluarganya serta membayar utang-utang yang ditinggalkan tertanggung (jika ada). Biasanya, asuransi jiwa mematok 65 tahun sebagai batas atas umur nasabah. Jadi, selama di bawah usia itu, seseorang tetap dianjurkan memiliki perlindungan asuransi jiwa.
Sudah masuk kriteria individu yang dianjurkan punya asuransi jiwa? kamu bisa lindungi keluargamu dengan Asuransi SalingJaga Keluarga. Harga kontribusi Asuransi SalingJaga Keluarga terjangkau mulai Rp60.000/tahun, dengan opsi santunan tutup usia dari Rp50 juta hingga Rp2 miliar. Pendaftarannya mudah, bisa dilakukan online tanpa agen dan tanpa perlu medical check-up (MCU).
Masih bingung menghitung santunan kontribusi yang ideal buat kebutuhanmu? kamu bisa konsultasi GRATIS dulu biar makin yakin via WhatsApp dengan klik ktbs.in/konsultasisj
Daftar langsung melalui website resmi salingjaga.com atau aplikasi SalingJaga untuk memulai perjalanan perlindungan finansialmu hari ini!